Taman Bacaan Pelangi adalah organisasi nirlaba yang berkomitmen memperkuat literasi anak-anak di komunitas yang kurang terlayani di seluruh Indonesia. Melalui kemitraan jangka panjang dengan sekolah, pemerintah daerah, dan mitra sektor swasta, kami mentransformasi perpustakaan sekolah yang kurang optimal menjadi pusat literasi yang hidup dan menyenangkan, yang menumbuhkan kecintaan membaca sepanjang hayat.

Program Perpustakaan Ramah Anak sebagai program unggulan kami dirancang untuk menjawab kesenjangan literasi secara sistemik dengan menggabungkan perbaikan infrastruktur, penyediaan buku berkualitas, penguatan kapasitas guru, serta pelibatan komunitas. Kami tidak hanya berfokus pada distribusi buku, tetapi juga membangun sistem yang berkelanjutan — membekali pendidik dengan keterampilan dan perangkat yang dibutuhkan untuk menjadikan membaca sebagai budaya harian di sekolah.

Kami meyakini bahwa literasi merupakan fondasi utama bagi mobilitas sosial jangka panjang. Ketika anak-anak memiliki akses terhadap bahan bacaan yang menarik dan mendapatkan pendampingan membaca secara konsisten, mereka tidak hanya mengembangkan kemampuan literasi, tetapi juga rasa percaya diri, imajinasi, dan kemampuan berpikir kritis — kompetensi penting untuk memutus rantai kemiskinan dan berkontribusi secara bermakna bagi komunitasnya.

Untuk memperkuat dampak jangka panjang, kami mengembangkan dua inisiatif pendukung:

Program Perpustakaan Digital
Program ini mengintegrasikan teknologi ke dalam ekosistem literasi sekolah. Guru mendapatkan pelatihan terarah untuk memanfaatkan platform bacaan digital seperti Literacy Cloud, Let’s Read Asia, dan SIBI, sementara siswa memperoleh akses terstruktur ke perangkat digital di ruang perpustakaan. Model kombinasi ini meningkatkan akses terhadap konten, mendukung pembelajaran yang terdiferensiasi, serta membangun kompetensi literasi digital seiring dengan penguatan kemampuan membaca dasar.

Program Pemberdayaan Anak Perempuan
Program ini berfokus pada penguatan rasa percaya diri, aspirasi, dan keterampilan hidup remaja perempuan. Melalui pelatihan tatap muka dan pendampingan daring, peserta memperoleh dukungan pendidikan dasar, pengenalan keterampilan vokasional, serta pelatihan pengembangan diri yang dirancang untuk memperluas pilihan pendidikan dan karier mereka.

Untuk memperluas dampak secara berkelanjutan, Taman Bacaan Pelangi membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak:

Nusa Tenggara Timur (2021–2024)
Bekerja sama dengan Room to Read dan pemerintah daerah, kami mendampingi 109 sekolah dasar di Kabupaten Nagekeo, Flores.
Capaian utama:

  • Lebih dari 12.500 siswa memperoleh akses ke lebih dari 48.000 buku anak berkualitas

  • 109 perpustakaan sekolah direnovasi menjadi ruang baca yang ramah anak

  • Lebih dari 1.100 guru dilatih dalam fasilitasi membaca dan manajemen perpustakaan

Kegiatan membaca mandiri di salah satu perpustakaan ramah anak mitra Taman Bacaan Pelangi di Nagekeo

Sulawesi (Sejak 2018)
Bersama Givaudan Foundation, kami bermitra dengan 18 sekolah di Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara.
Program yang dijalankan:

  • Program Perpustakaan Ramah Anak (13 sekolah)

  • Program Perpustakaan Digital (6 sekolah)

  • Program Pemberdayaan Anak Perempuan (5 SMP)

Siswa membaca buku digital menggunakan tablet yang disediakan oleh proyek Perpustakaan Digital

 

Peserta Girl Empowerment belajar tentang Kesehatan Mental dalam pertemuan ke tujuh

Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Bermitra dengan J&T Express, kami mengimplementasikan Program Perpustakaan Ramah Anak di SDN 02 Mola Utara. Delapan puluh persen dari siswa di sekolah ini berasal dari suku Bajo yang tinggal di dekat sekolah.
Capaian utama:

  • Lebih dari 300 siswa menerima manfaat

  • 707 buku berkualitas disediakan

  • 80% siswa berasal dari komunitas Bajau

  • 21 guru dilatih dalam fasilitasi membaca dan sistem manajemen perpustakaan

Perpustakaan ramah anak di SDN 02 Mola Utara, kolaborasi antara J&T Express dan Taman Bacaan Pelangi

Gili Asahan, Nusa Tenggara Barat
Bersama Face This, kami mendukung SDN 04 Batu Putih — satu-satunya sekolah yang melayani komunitas pulau dengan kurang dari 40 keluarga.
Capaian utama:

  • 15 siswa menerima manfaat

  • Lebih dari 500 buku disediakan

  • 3 guru dilatih dalam sistem manajemen perpustakaan dan fasilitasi membaca

Guru SDN 04 Batu Putih memimpin kegiatan membaca nyaring di perpustakaan