Pertama kali mendengarkan nama sekolah ini, saya tersenyum sendiri. Sekolah ini bernama SD Inpres Harapan. Mendengar kata harapan membuat saya selalu yakin bahwa tidak ada kata untuk menyerah. Atau masih ada jalan untuk segala sesuatu yang kita harapakan. Begitulah kira-kira. Heheh…

SD Inpres Harapan, Sentani Timur, Papua

 

Begitulah ketika pertama kali saya tiba di sekolah ini. Bersama dengan Pak James Modouw, staf ahli pendidikan Papua dari Kementerian Pendidikan, kami berkunjung ke SD Inpres Harapan.

Adik kelas I ini sedang presentasi di hadapan ibunya. 🙂

Ketika kami tiba, sekolah sedang ada kegiatan sekolah yang mana setiap siswa bertugas untuk mempresentasikan pelajaran yang mereka dapat di sekolah di hadapan orang tua mereka. orang tua yang kebanyakan adalah ibu-ibu hadir untuk mendengarkan dan berdiksusi dengan anak-anak mereka tentang pelajaran yang sudah mereka dapat selama satu semester.

Serius ya?! 😀

Saya sangat terharu ketika bekunjung ke ruangan kelas I dan menyaksikan adik-adik di sana sedang presentasi di hadapan orang tua mereka.

Perpustakaan yang dipenuhi oleh lemari dan rak buku

SD Inpres Harapan memiliki gedung perpustakaan dan jam kunjung perpustakaan. Akan tetapi, buku-buku yang tersedia belum memenuhi kebutuhan sebanyak 392 murid di sekolah. Ruangan perpustakaan yang sempit juga membuat anak-anak kurang nyaman berada di dalam perpustakaan.

Gedung perpustakaan desa yang tidak berfungsi

Beruntungnya, ada sebuah gedung yang tadinya dibangun sebagai perpustakaan daerah tapi tidak difungsikan sebagai perpustakaan. Oleh karena itu, Ibu Tini, kepala sekolah SDI Harapan berinisiatif untuk meminta gedung tersebut digunakan sebagai perpustakaan Taman Bacaan Pelangi kepada kepala kampung. Beruntungnya, kepala kampung setuju! 

Bekerja bersama-sama!

Setelah mengadakan rapat komite, maka perwakilan orang tua dan guru-guru pun bekerja sama untuk membersihkan dan mempersiapkan gedung untuk digunakan. Anak-anak juga ada yang terlibat. Mereka bekerja bersama-sama untuk mewujudkan mimpi mereka untuk memiliki perpustakaan yang nyaman dan ramah anak.

Bekerja bersama-sama dengan gembira! 🙂

Kami menyediakan sekitar 1300 eksemplar buku cerita untuk menemani keseharian anak-anak di sekolah. Guru-guru di SDI Harapan juga kami bekali pelatihan untuk membantu mereka dalam mendampingi anak-anak selama berada di perpustakaan.

Sedang serius diskusi apa ya bapak dan ibu guru? 🙂

Ibu Tini mengaku bahwa memiliki perpustakaan yang nyaman dan menyenangkan di sekolah merupakan salah satu cita-cita dan mimpinya sejak menjabat menjadi kepala sekolah sejak Juli tahun lalu, dan kehadiran Taman Bacaan Pelangi merupakan jawaban akan doa beliau.

Ibu Tini (kiri) menerima bantuan dari Taman Bacaan Pelangi secara simbolis

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tibajuga. Setelah bekerja selama sebulan terakhir, pada Sabtu, 6 Mei 2017 perpustakaan Taman Bacaan Pelangi ke-57 ini pun diresmikan. Kepala Distrik Sentani Timur, Kapolsek Sentani, Kepala Bidang Pendidikan DInas Pendidikan Kab. Jayapura, Kepala Kampung, Ketua Komite, Kepala Sekolah dari sekolah tetangga, perwakilan orang tua, guru-guru, dan tentunya anak-anak.

Tarian pembuka di acara peresmian perpustakaan
Adik manis ini sedang menyanyikan lagu “Tanah Papua”.
Senangnya melihat perpustakaan baru! 🙂

Cuaca yang cerah selama peresmian seolah turut menjelaskan suasana semua yang hadir dalam peresmian perpustakaan Taman Bacaan Pelangi di sekolah ini.

Hadirnya Taman Bacaan Pelangi di SDI Harapan merupakan hasil kolaborasi Taman Bacaan Pelangi dengan VISA. Atas nama anak-anak Taman Bacaan Pelangi di SDI Harapan, kami sungguh berterima kasih kepada VISA. Terima kasih, VISA!

Terima kasih, Visa!

Dengan kecintaan akan buku dan menjadi pembaca yang baik, mudah-mudahan anak-anak di SD Inpres Harapan semakin berani bermimpi tinggi dan tentunya menjadi harapan bagi Papua dan Indonesia di masa yang akan datang.

 

Sentani, Mei 2017
Monik