Pada tanggal 21 April lalu, perwakilan Givaudan Foundation dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara mengunjungi dua sekolah dasar di Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan. Kunjungan ini didampingi oleh tim Taman Bacaan Pelangi dalam rangka seleksi sekolah untuk proyek perpustakaan ramah anak tahun 2026.

Proyek perpustakaan ramah anak adalah program yang merevitalisasi perpustakaan sekolah agar lebih menarik dan ramah anak serta menyediakan buku bacaan anak berkualitas dan kegiatan membaca rutin di perpustakaan sekolah. Bekerja sama dengan Givaudan Foundation, Taman Bacaan Pelangi telah mendirikan 13 perpustakaan ramah anak di Sulawesi. Untuk proyek tahun 2026, kerja sama ini akan berlanjut dengan mendirikan tiga perpustakaan ramah anak yang baru di Sulawesi, yakni di Kabupaten Mamuju, Konawe Selatan, dan Buton.

Dalam kunjungan ini dan sebagai rangkaian dari proses seleksi sekolah, diskusi bersama dengan kepala sekolah dan guru-guru di masing-masing sekolah dilaksanakan dan berjalan dengan lancar. Beberapa faktor penting dalam memastikan program akan berkelanjutan adalah kepemimpinan sekolah yang mendukung program dan kerja sama antara para guru. Masing-masing perwakilan dari berbagai lembaga mengajukan pertanyaan kepada kepala sekolah dan guru untuk mendengarkan kebutuhan dan melihat kesiapan sekolah serta meminta umpan balik dan masukan terhadap program.

Dari kunjungan di dua sekolah tersebut juga ditemukan beberapa kesamaan, yakni koleksi buku bacaan anak yang sangat minim serta tidak adanya kegiatan membaca rutin di perpustakaan.

Kepala BPMP Sultra yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menyampaikan, “Akses terhadap buku bacaan anak berkualitas memiliki peran penting dalam peningkatan literasi anak. Dengan demikian, proyek perpustakaan ramah anak termasuk sangat penting untuk kedua sekolah tersebut”.