Janur kuning melengkung berada di halaman sekolah SDK Rekas 1, kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat. Menurut kebudayaan Manggarai, janur kuning adalah sebuah simbol untuk menyambut tamu kehormatan yang akan datang. Dibawah janur kuning, ada spanduk bertuliskan peresmian perpustakaan SDK Rekas 1 berkolaborasi bersama Taman Bacaan Pelangi dan Dinas PKO Manggarai Barat. SDK Rekas 1 adalah salah satu sekolah tertua di kabupaten Manggarai Barat. Dibangun oleh seorang Missionaris dari Eropa pada tahun 1921. “Pada tahun 2021, usia sekolah ini sudah satu abad” tutur kepala sekolah SDK Rekas 1 Kristina Mina.

Anak – anak sudah berbaris dengan rapi menyambut kedatangan rombongan Taman Bacaan Pelangi. Para orang tua siswa juga tidak mau ketinggalan menyambut kami dengan  memakai sarung adat khas Manggarai yang warna – warni indahnya. Rombongan langsung disambut dengan upacara adat khas Manggarai. Para tokoh adat membawa ayam kampung berwarna putih, tuak dari pohon enau, rokok dan uang. Mereka berbicara dalam bahasa Manggarai dan sesekali ada tepuk tangan dari para orang tua siswa.

Upacara penyambutan secara adat Manggarai sebelum memasuki sekolah

 

Rombongan TBP disambut oleh anak – anak dan juga para orang tua

Rombongan memasuki ruang kelas yang sudah disulap menjadi aula pertemuan. Di dalam, para undangan sudah duduk dengan rapi sambil tersenyum melihat kami. Anak – anak tampak cantik dan lucu dengan pakaian serta aksesoris khas Manggarai.

Rombongan disambut di gedung Aula pertemuan SDK Rekas 1

Beberapa hari sebelum acara peresmian perpustakaan, saya menginap di rumah kepala sekolah. Guru – guru dan anak – anak di SDK Rekas 1 mempersiapkan beberapa pertunjukkan tari dan juga vocal group yang akan ditampilkan dalam acara peresmian perpustakaan. Ibu Luz adalah salah satu guru paling senior di SDK Rekas 1 dan beliau akan pensiun tahun depan. Usia boleh tua tetapi semangat ibu Luz untuk pendidikan bisa membuat iri anak – anak muda. Ibu Luz berasal dari Timor kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Namun, beliau sudah tinggal di Manggarai Barat selama puluhan tahun. Hampir setiap hari Ibu Luz melatih anak – anak untuk menari tarian tradisional Manggarai dan juga bernyanyi beberapa lagu dalam bahasa inggris.

Anak – anak sedang menari tarian tradisional dari Manggarai Barat “Ndudu Ndake”

Peresmian perpustakaan Taman Bacaan Pelangi ke 49 di SDK Rekas 1 Kabupaten Manggarai Barat ditandai dengan pemotongan pita oleh kepala sekolah, pendiri Taman Bacaan Pelangi dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kepemudaan.

Pemotongan pita sebagai pertanda peresmian perpustakaan

Anak – anak, orang tua, guru, kepala sekolah dan semua rombongan bersama – sama memasuki ruangan perpustakaan hasil dari kerja bakti pendidikan selama 6 bulan terakhir.

Orang tua sedang membaca salah satu buku bacaan di dalam perpustakaan.

Rombongan kembali ke aula pertemuan untuk menyaksikan beberapa pertunjukkan anak – anak yang sudah dipersiapkan oleh guru – guru di SDK Rekas 1. Pembawa acara menceritakan jika vocal group yang akan tampil sebentar lagi adalah representasi dari Indonesia dari sabang sampai merauke. Anak – anak memakai pakaian adat daerah dari sumatera sampai papua. Mereka akan membawakan lagu tentang keberagaman Indonesia. “Perbedaan adalah keindahan jangan jadikan sebagai permusuhan namun persahabatan” adalah salah satu lirik dalam lagu tersebut. Saat orang – orang dewasa di kota – kota besar sibuk mencari perbedaan, anak – anak di SDK Rekas 1 mengajarkan kami arti dari toleransi dan rasa persaudaraan dalam perbedaan di negeri ini.

Anak – anak sedang menyanyikan lagu tentang persaudaraan dalam perbedaan

 

Wicaksono

Rekas, 23 Februari 2017